banner 728x250
Daerah  

Momentum Idul Adha, Pimred Brata Pos Tekankan Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Sakalaberita, i news site PT media group globalindo – MALANG, SuaraKeadilanNews.id – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Redaksi Brata Pos, Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Tokoh pers Jawa Timur yang juga berprofesi sebagai advokat itu mengajak wartawan meneladani sikap Nabi Ibrahim AS yang penuh keikhlasan dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar redaksi Brata Pos, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Zaibi.

Menurutnya, makna Idul Adha tidak hanya sebatas penyembelihan hewan qurban, melainkan juga mengandung pelajaran penting tentang ketulusan, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Zaibi menilai nilai-nilai tersebut sangat penting diterapkan dalam dunia jurnalistik. Wartawan, kata dia, harus mampu menjaga independensi dengan mengesampingkan ego pribadi maupun kepentingan tertentu demi menyampaikan informasi yang objektif dan berkeadilan.

Jika wartawan tidak mampu mengorbankan ego dan kepentingan pribadi, maka berita yang dihasilkan akan kehilangan objektivitas serta jauh dari nilai keadilan,” tegasnya.

Sebagai seorang advokat, Zaibi juga melihat adanya kesamaan tanggung jawab moral antara profesi wartawan dan pengacara. Keduanya dituntut bekerja berdasarkan data, fakta, dan kode etik profesi dalam memperjuangkan kebenaran.

Pengacara membela klien di ruang sidang melalui argumen dan bukti hukum, sedangkan wartawan memperjuangkan kepentingan publik melalui fakta dan data di ruang redaksi,” jelasnya

Ia mengajak seluruh wartawan Brata Pos menjadikan Idul Adha sebagai sarana muhasabah diri untuk meningkatkan keberanian dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, sekaligus tetap mengedepankan etika dan solusi dalam setiap karya jurnalistik.

Tajamkan pena untuk mengkritisi kebijakan yang salah, namun tetap menghadirkan solusi. Berani membela yang lemah, tetapi tetap rendah hati saat melakukan kekeliruan,” pesannya.

Di akhir keterangannya, Dr. Zaibi Susanto mendoakan seluruh insan pers, kolega advokat, dan masyarakat agar selalu diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kekuatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *