
Bojonegoro ,Jawa Timur // – Upaya memperkuat soliditas organisasi terus dilakukan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kepohbaru, Cabang Bojonegoro -Pusat Madiun dengan mengukuhkan 21 koordinator dan Pengurus Rayon Periode 2026-2029 pada Sabtu (28/3/2026) malam.
Kegiatan pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Sekretariat SH Terate Ranting Kepohbaru, Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Acara ini dihadiri perwakilan Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Kangmas Wahyu Subakdiono, Ketua Ranting Kepohbaru Abdul Majid, sesepuh Kakangmas Sriyanto, jajaran pengurus ranting, serta para koordinator dan pengurus rayon terpilih.
Pengukuhan para koordinator rayon ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor 024.2/SK/PR-PSHT.024.001/2026, yang merupakan hasil dari rangkaian rapat selama Maret 2026. Proses tersebut menjadi bagian dari agenda reorganisasi tiga tahunan organisasi yang berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Ketua SH Terate Ranting Kepohbaru Abdul Majid dalam sambutannya menegaskan bahwa rayon memiliki peran strategis sebagai ujung tombak organisasi, khususnya dalam proses pembinaan anggota di tingkat dasar.
“Rayon merupakan ruang pembinaan yang sangat penting, karena di situlah para pelatih membimbing siswa tidak hanya dalam hal pencak silat, tetapi juga dalam membentuk budi pekerti luhur, tata krama, dan jiwa persaudaraan,” ujarnya.

beliau menambahkan, ajaran SH Terate harus benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kepribadian yang berbudi luhur tau benar dan salah.
“Latihan di SH Terate bukan sekadar mengasah kemampuan, tetapi juga membentuk manusia yang tahu benar dan salah, serta mampu menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Majid mengingatkan pentingnya peran aktif para koordinator rayon dan pengurus dalam setiap kegiatan latihan maupun pembinaan anggota.
“Koordinator rayon harus hadir, menjadi teladan, serta mampu menjaga kerukunan dan persaudaraan di antara warga. Dari situlah kekuatan organisasi akan tumbuh,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Kangmas Wahyu Subakdiono, menyampaikan bahwa keberadaan rayon memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan kekompakan organisasi di tingkat akar rumput.
“Rayon adalah garda terdepan dalam menjaga ajaran dan marwah SH Terate. Oleh karena itu, para koordinator dan pengurus Rayon harus mampu menjadi pengayom, pemersatu, serta menjaga nama baik organisasi di manapun berada,” ujarnya.
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa setiap warga SH Terate memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi.
“Persaudaraan Setia Hati Terate mengajarkan untuk saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengedepankan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Menurutnya, reorganisasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang berpedoman pada AD/ART, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan dan pembinaan anggota.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para koordinator rayon terpilih.
Momen tersebut berlangsung khidmat dan menjadi simbol dimulainya amanah baru bagi para pengurus rayon.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan kebersamaan, kekompakan, serta komitmen seluruh jajaran SH Terate Ranting Kepohbaru dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
Dengan dikukuhkannya para koordinator rayon Periode 2026 -2029 ini, diharapkan SH Terate Ranting Kepohbaru semakin solid, mampu menjaga ajaran organisasi, serta terus melahirkan generasi yang berbudi luhur, berkarakter kuat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.*(Red)


