
Sakalaberita,i news site PT media group globalindo – Lonjakan harga plastik dan kresek belakangan ini menjadi perhatian serius di kalangan pedagang kecil di Bondowoso. Kenaikan terjadi pada berbagai jenis kemasan, mulai dari kantong plastik, gelas minuman, hingga bungkus kebutuhan pokok seperti beras dan gula. Situasi ini membuat para pelaku usaha mikro harus mencari cara agar usaha mereka tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan.
Di kawasan Alun-Alun Raden Bagus Asra Kironggo, sejumlah pedagang kaki lima mulai menyesuaikan harga jual. Salah satunya Arief, penjual es teh jumbo, yang mengaku terpaksa menaikkan harga karena biaya kemasan yang terus meningkat. Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dihindari dan ia harus mengambil keputusan cepat agar tetap bisa berjualan.
Arief menuturkan, harga es teh jumbo yang sebelumnya Rp3.000 kini naik menjadi Rp3.500 per cup. Keputusan tersebut sempat membuatnya khawatir kehilangan pembeli. Namun, setelah dijalani, sebagian besar pelanggan tetap membeli seperti biasa meski ada kenaikan harga.
Tidak hanya Arief, pedagang lain di sekitar alun-alun juga menghadapi dilema yang sama. Banyak di antara mereka memilih menaikkan harga dibandingkan mengurangi kualitas atau porsi dagangan. Langkah ini dianggap paling memungkinkan di tengah naiknya biaya operasional, terutama dari sektor kemasan plastik.
Sementara itu, reaksi pembeli cenderung cukup santai. Sebagian mengaku masih bisa memahami kondisi yang terjadi. Seperti Lita, warga Desa Badean, yang merasa kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar dan tidak terlalu membebani.
Kondisi ini menunjukkan bahwa plastik kini bukan sekadar kebutuhan pelengkap, tetapi sudah menjadi faktor penting yang memengaruhi harga jual di tingkat pedagang kecil. Meski demikian, keterbatasan posisi membuat mereka hanya bisa beradaptasi tanpa banyak pilihan lain di tengah perubahan harga yang terus terjadi.



