
Bojonegoro– Kabar gembira bagi warga Bakalan dan Baru Lor. Pembangunan Jembatan Bakalan–Baru Lor akhirnya resmi dimulai, ditandai dengan kegiatan pembersihan lahan yang dilaksanakan secara formal.
Kegiatan ini berlangsung di Dusun Bakalan, Desa Kepoh, serta Dusun Baru Lor, Desa Sidomukti, dan melibatkan Babinsa Jajaran Koramil 07/Kepohbaru Kodim 0813 Bojonegoro, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas unsur ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat TNI dan warga dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda, yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI AD. Program ini bertujuan membuka akses di daerah dengan keterbatasan infrastruktur, sehingga diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah dan menghadirkan akses yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

Dengan dibangunnya jembatan ini, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat, sehingga membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan hubungan sosial antarwilayah.
Salah satu warga, H. Zainul arifin menyambut baik dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena akses yang selama ini terbatas akan segera membaik.
“Saya sangat bersyukur akhirnya jembatan ini akan dibangun kembali. Dulu kalau mau lewat harus melintang, sekarang nantinya tentu akan lebih mudah,” ujarnya .Rabu (01/4/2026)
Kepala Desa Kepoh, Muslikun S.M, menambahkan bahwa pembangunan jembatan penghubung Bakalan–Baru Lor sudah lama dinantikan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini. Semoga proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 07/Kepohbaru yang diwakili Batuud Sudjiono menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan pembangunan di wilayah, sekaligus menunjukkan komitmen TNI AD dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat.
Pemerintah desa dan warga menilai pembangunan jembatan ini sebagai langkah strategis dalam pemerataan infrastruktur, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung; ia adalah harapan yang lama dinantikan. Jembatan ini akan mempersingkat jarak, memudahkan langkah, dan membawa cerita baru tentang kehidupan yang perlahan berubah—dari keterbatasan menuju kemudahan, dari harapan menjadi kenyataan.
(Red)


