banner 728x250

Oknum Perangkat Desa Kalidawir Diamankan Warga, Diduga Terlibat Hubungan Terlarang

Sidoarjo,skalaberita.i-news.site/Jawa Timur – Warga Desa Kalidawir RT 03/RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, digegerkan oleh penangkapan seorang oknum perangkat desa pada Selasa dini hari sekitar pukul 23.25 WIB.17/3/2026.

Oknum tersebut diamankan warga saat berada di dalam rumah salah satu warga, Sriutami umur 32 tahun, istri dari Saiful Hamzah Wayudi (36), yang diketahui sedang bekerja shift malam di sebuah pabrik kayu di kawasan Gedangan, Sidoarjo.17/3/2026.

Berdasarkan keterangan warga, tanggal 17 Maret 2026,sekitar pukul 23.00 WIB seorang warga melihat gerak-gerik mencurigakan seorang pria yang mondar-mandir di halaman rumah Saiful hamza wayudi.

Kecurigaan muncul karena suami pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di tempat,setau warga sedang bekerja sif malam.

 

“Orang tersebut terlihat bolak-balik di depan rumah, sehingga menimbulkan kecurigaan warga,” ujar salah satu saksi,yang tidak mau di sebutkan namanya.

Sekitar pukul 23.45 WIB, warga kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada sala satu tetangganya dan di teruskan ke Ketua RT setempat.

Setelah dilakukan koordinasi, warga bersama aparat lingkungan melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

Saat penggerebekan, warga mendapati seorang pria yang diketahui merupakan perangkat desa aktif dengan jabatan Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan berada di dalam rumah.

Warga kemudian mengepung lokasi dan mengamankan yang bersangkutan untuk dibawa ke kantor desa guna dimintai keterangan.

 

Dalam proses klarifikasi di balai desa, oknum perangkat desa yang diketahui bernama Muhammad Rizal mengakui telah dua kali mendatangi rumah Sriutami.

Ia juga menyatakan memiliki perasaan terhadap Sriutami.

Namun, Sriutami membantah adanya hubungan tersebut dan menyatakan tidak memiliki perasaan yang sama.

Kasus ini turut menjadi perhatian Ketua BPD Desa Kalidawir yang ikut melakukan klarifikasi terhadap kedua pihak.

Warga setempat mengaku telah lama mencurigai adanya kedekatan antara keduanya, namun baru kali ini menemukan bukti secara langsung.

Sejumlah warga berharap agar kasus ini ditangani secara transparan dan tidak berhenti di tingkat desa. Mereka juga meminta agar pihak pemerintah desa mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan.

“Kami berharap masalah ini ditindaklanjuti secara serius dan tidak ditutup-tutupi, karena menyangkut nama baik desa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa terkait sanksi yang akan diberikan kepada oknum tersebut. Bersambung red (Amina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *