Bojonegoro ,Jawa timur — Dalam suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadan, loyalis Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menorehkan langkah nyata kepedulian sosial dengan menggelar santunan bagi anak yatim, janda, dan warga yang sakit di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Kepohbaru, Sumberrejo, dan Kedungadem ini tidak sekadar menjadi agenda berbagi, melainkan juga wujud pengamalan nilai-nilai luhur ajaran SH Terate yang menempatkan persaudaraan, kepedulian, dan kemanusiaan sebagai landasan utama dalam kehidupan.
Mengusung tema “Berbagi Berkah, Rezeki Melimpah”, kegiatan ini mencerminkan keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan dengan tulus akan kembali sebagai keberkahan yang meluas.
H. Mujoto ,Salah satu pengurus sekaligus panitia kegiatan menyampaikan ,bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kami diajarkan untuk menjadi manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah. Apa yang kami pelajari tidak cukup jika hanya disimpan, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian nyata kepada sesama,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, santunan diberikan kepada 32 anak yatim, 3 janda, serta 1 warga yang sedang sakit yang tersebar di tiga kecamatan tersebut.
Masing-masing anak yatim menerima bantuan sebesar Rp200.000, para janda menerima Rp300.000, dan bantuan untuk warga yang sakit sebesar Rp100.000, dengan total keseluruhan santunan mencapai Rp7.500.000.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dimulai dari Kepohbaru, dilanjutkan ke Sumberrejo, dan diakhiri di Kedungadem.
Di setiap lokasi, para relawan tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membangun kedekatan melalui interaksi hangat dengan para penerima.
Suasana kebersamaan terasa begitu kuat, mencerminkan nilai “seduluran sak lawase”—persaudaraan tanpa batas yang menjadi ruh dalam ajaran SH Terate.
Dalam nuansa kebersamaan itu, tampak jelas bahwa kegiatan ini bukan sekadar memberi, tetapi juga merangkul dan menguatkan.
Nilai luhur “memayu hayuning bawana” pun hadir nyata, melalui upaya sederhana untuk memperindah kehidupan dengan perbuatan baik.Sebab sejatinya, kebaikan sekecil apa pun akan memberi arti besar bagi mereka yang membutuhkan.
Siti Romelah ,Salah satu penerima santunan mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
“Saya sangat senang dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya dengan haru.
Bagi para loyalis PSHT, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari laku hidup—bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi pada hati yang peka dan tangan yang ringan untuk membantu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas. Bahwa dalam setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, tersimpan harapan besar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh persaudaraan.
Pada akhirnya, inilah makna sejati dari ajaran SH Terate—menjadi manusia yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberi arti bagi kehidupan orang lain.
(B.Jhon)








