banner 728x250
Daerah  

Pembangunan Jembatan Trembes Tersendat, Warga Soroti Keterbukaan dan Progres Pekerjaan

BOJONEGORO, 26 Februari 2026 – Proyek pembangunan jembatan di Desa Trembes, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian masyarakat menyusul lambatnya progres pengerjaan di lapangan. Hingga akhir Februari, pembangunan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa itu dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.

Dari hasil pemantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan tampak belum maksimal. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur penting bagi warga dalam menunjang kegiatan ekonomi, akses pendidikan, serta mobilitas sehari-hari. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada keberadaan infrastruktur tersebut.

Sejumlah warga menilai proyek yang menggunakan dana pemerintah seharusnya dilaksanakan dengan prinsip keterbukaan informasi. Transparansi anggaran dan kejelasan jadwal pelaksanaan dinilai penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Di lokasi proyek, tidak terlihat papan informasi kegiatan yang biasanya memuat detail anggaran, volume pekerjaan, serta jangka waktu pelaksanaan. Ketika dikonfirmasi, seorang konsultan yang berada di tempat menyatakan belum dapat memberikan keterangan lengkap terkait hal tersebut, termasuk mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja.


Ketiadaan papan proyek memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait aspek akuntabilitas pelaksanaan pembangunan. Selain itu, secara visual juga muncul sorotan terhadap material yang digunakan, khususnya besi begel, yang oleh sebagian warga dinilai perlu klarifikasi lebih lanjut terkait kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis. Namun demikian, hal tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak pelaksana.

Upaya konfirmasi kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) melalui pesan singkat telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun belum ada respons resmi mengenai penyebab keterlambatan, rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), maupun target penyelesaian proyek.

Warga Desa Trembes berharap pemerintah desa bersama pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mereka juga mendesak agar pengawasan diperketat sehingga pembangunan dapat dipercepat dan diselesaikan sesuai standar teknis yang berlaku

Masyarakat menegaskan bahwa proyek yang dibiayai dari anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Dengan evaluasi dan pengawasan yang lebih intensif, warga optimistis pembangunan jembatan tersebut dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *