banner 728x250
Daerah  

Desa Popoh Bersholawat Bersama Umik Lailah, Suasana Khidmat dan Penuh Kehangatan

 


Jumat, 24 Januari 2026, Desa Popoh, RT 05 RW 01, Japanan, Wonoayu, dipenuhi semangat kebersamaan. Warga berkumpul untuk menggelar sholawat bersama, sebuah tradisi keagamaan yang sarat makna, sebagai wujud syukur, doa, dan penguatan iman. Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi dan meneguhkan rasa kebersamaan antarwarga

Acara menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Umik Lailah, tokoh spiritual yang dihormati di Wonoayu. Beliau memimpin sholawat dan membimbing doa untuk keselamatan, kedamaian, serta keberkahan seluruh warga. Sejak pagi, warga dari berbagai usia mulai berdatangan. Anak-anak, remaja, hingga para sesepuh terlihat antusias menyiapkan lokasi, menata kursi, membersihkan area, dan memastikan segala perlengkapan sholawat siap digunakan. Kehangatan kekeluargaan terasa begitu nyata.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua RT, yang menekankan bahwa bersholawat bersama bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana menumbuhkan rasa syukur, memohon keselamatan bagi desa, dan mempererat ukhuwah antarwarga. Setelah itu, lantunan sholawat bergema, dipimpin Umik Lailah. Suara warga berpadu harmonis, menghadirkan alunan doa yang menenangkan dan suasana spiritual yang mendalam.

Selain memimpin sholawat, Umik Lailah memberikan tausiyah singkat. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga iman, kesabaran, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan beliau juga menekankan agar tradisi keagamaan terus dilestarikan sebagai warisan budaya berharga, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Kata-kata beliau menenangkan sekaligus memberi inspirasi bagi warga yang hadir.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan. Anak-anak belajar membaca sholawat, pemuda membantu kelancaran acara, dan para sesepuh berbagi pengalaman serta nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat. Interaksi hangat ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan mampu memperkuat solidaritas dan menjaga keharmonisan sosial di Desa Popoh.

Hingga sore hari, acara berlangsung lancar dan khidmat. Warga pulang dengan ketenangan spiritual dan semangat baru untuk terus menjaga iman serta melestarikan tradisi leluhur. Kehadiran Umik Lailah menjadi pengingat bahwa iman, doa, dan kebersamaan adalah fondasi utama kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh berkah.

Dengan kegiatan ini, Desa Popoh menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan zaman modern, nilai-nilai spiritual dan tradisi keagamaan tetap dijaga. Kebersamaan, iman, dan rasa syukur warga menjadi tonggak membangun desa yang harmonis dan inspiratif bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *