banner 728x250
Daerah  

Ratusan Mahasiswa Lampung Mengguga Gruduk DPRD Lampung, Sampaikan 6 Tuntutan

 

Lampung – Aksi bakar ban di depan Gedung DPRD Senin (15/6/2026)
Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kampus demo di depan pagar Gedung DPRD Lampung, pada Senin (15/6/2026). Para mahasiswa terhalang pagar kawat berduri yang dipasang sebagai portal. Mereka tak bisa masuk hingga melakukan aksi bakar ban.

Para mahasiswa sempat berusaha menerobos pintu gerbang yang dipasang kawat berduri untuk menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat. Namun, aparat kepolisian meminta mahasiswa aksi secara tertib dan dilarang  masuk kawasan Gedung DPRD Lampung.

Kebijakan ini langsung memicu protes dari Koordinator Lapangan (Korlap) aksi. Mereka menilai pembatasan akses kawat berduri sebagai bentuk penghalangan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Aparat kepolisian tidak bergeming dan hanya mengijinkan aksi di gerbang masuk Gedung DPRD Lampung.

Adapun yang menjadi tuntutan, yaitu :

1. Jadikan pendidikan sebagai program prioritas, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

2. Turunkan harga bahan pokok dan BBM.

3. Hentikan program MBG dan Kopdes Merah Putih.

4. Revisi UU Polri dan dan hentikan militerisme di ranah sipil.

5. Mendoromg penerapan regulasi pajak kekayaan.

6. Wujudkan penegakan HAM yang sejati.

Mahasiswa yang tergabung aksi berasal dari BEM KBM Universitas Lampung (Unila), Kesatuan Aksi Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, dan Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Sumatera (Itera). Serta aliansi Cipayung Plus seperti, PMII, HMI, GMKI, IMM, KAMMI, dan LMND.

Mahasiswa secara bergantian berorasi di depan gerbang gedung DPRD Lampung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Mereka akhirnya membakar ban, orasi dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan di jalan depan gerbang. Hingga siang, situasi di lokasi aksi masih cukup padat.”(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *