banner 728x250

Akses Informasi Diskominfo Sidoarjo Dinilai Tertutup, Wartawan Keluhkan Minimnya Komunikasi

Sidoarjo – kamis,23,4,2026-skalaberita.site-Sejumlah wartawan di Kabupaten Sidoarjo mengeluhkan sulitnya akses komunikasi dan konfirmasi dengan jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo.

Keluhan ini mencuat setelah sebelumnya diberitakan oleh salah satu media lokal terkait dugaan tertutupnya akses informasi di instansi tersebut.

Wartawan menyebut bahwa upaya untuk menemui Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, AP., MM., maupun Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi (Pikom), Anita Inggit Z.S., S.STP., M.A.P., kerap tidak membuahkan hasil.

Mereka mengaku hanya dapat berinteraksi dengan petugas resepsionis.

Menanggapi hal tersebut, melalui grup media online yang difasilitasi Diskominfo Sidoarjo pada Kamis (23/4/2026) pukul 14.57 WIB, disampaikan hasil komunikasi antara wartawan mmc.id dengan Kepala Bidang Pikom, Anita Inggit.

Komunikasi tersebut dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp pada hari yang sama pukul 11.05 WIB.

Dalam keterangannya, Anita Inggit menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Diskominfo Sidoarjo hanya bekerja sama dengan 65 media yang dinilai memenuhi kriteria tertentu.

 

Ia menegaskan bahwa proses seleksi tersebut dilakukan berdasarkan aturan yang telah disosialisasikan sebelumnya.

“Media yang dapat bekerja sama harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya terdaftar di Dewan Pers meskipun berkantor di luar Sidoarjo, atau media yang belum terdaftar di Dewan Pers namun memiliki kantor serta Nomor Induk Berusaha (NIB) di Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa media yang tidak memenuhi kriteria tersebut tidak dapat memperoleh kerja sama advertorial (ADV) dari Diskominfo.

Dari total sekitar 220 media yang terdaftar, hanya sebagian yang dinilai memenuhi persyaratan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah wartawan yang tergabung dalam grup media online.

Mereka mengaku kecewa karena selama ini merasa kurang mendapatkan akses informasi maupun kesempatan kerja sama.

Sulton, wartawan dari media Pers Bhayangkara,Luqman arif dari Media detikperiatiwa.co.id  mengaku belum pernah menerima kerja sama advertorial sejak bergabung.

“Dari tahun ke tahun saya tidak pernah mendapatkan ADV.

Bahkan informasi kegiatan pejabat daerah pun jarang dibagikan, hanya sebatas rilis pers di grup,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Carlo, wartawan dari Garda45.com.

Ia menilai Diskominfo kurang responsif saat dimintai klarifikasi terkait kebijakan komunikasi publik, khususnya mengenai regulasi kerja sama advertorial yang dinilai belum memiliki dasar hukum yang jelas.

“Ketika media membutuhkan penjelasan, respons dari dinas terkait cenderung menghindar,” ujarnya.

Para wartawan berharap adanya peningkatan transparansi dan komunikasi yang lebih terbuka dari Diskominfo Sidoarjo agar hubungan kemitraan dengan media dapat berjalan lebih baik.(Amina,soin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *