
Sindikat,i news site PT gruob globalindo jaya Indonesia -Sidoarjo, 19 Maret 2026 — Sebuah insiden ledakan petasan terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB di Dusun Kawur, Desa Gamping Rowo, RT 06/RW 03, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang remaja laki-laki mengalami luka bakar cukup serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit
Berdasarkan laporan dari Tim Krisis Puskesmas Tarik, kejadian bermula ketika korban tengah meracik petasan di samping rumahnya. Saat itu, di dalam rumah hanya terdapat kakek dan nenek korban. Menurut keterangan saksi yang merupakan kakek korban, cucunya diduga membuat petasan sambil merokok, yang kemudian memicu terjadinya ledakan.
Ledakan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan cukup kuat. Korban sempat keluar rumah dalam kondisi terluka sambil meminta pertolongan. Ia mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dengan estimasi mencapai sekitar 39 persen. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan melaporkannya kepada pihak terkait.
Korban kemudian langsung dievakuasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Citra Medika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam perawatan intensif.
Dari sisi dampak, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa lain maupun kerusakan besar pada lingkungan sekitar. Namun, tercatat satu jiwa terdampak langsung, dengan total tiga kepala keluarga yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut terdampak secara tidak langsung. Selain itu, terdapat dua warga lanjut usia di lingkungan tersebut yang termasuk dalam kelompok rentan
Tim kesehatan dari Puskesmas Tarik telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang di lokasi kejadian. Hasilnya menunjukkan satu kasus hipertensi dan satu kasus luka bakar (combustio) pada korban utama. Penanganan awal yang telah diberikan meliputi pemberian multivitamin dan antibiotik.

Untuk penanganan darurat, satu unit ambulans telah disiagakan di lokasi, dengan dukungan dua tenaga kesehatan yang terdiri dari bidan desa dan sopir ambulans. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat pengungsian maupun kebutuhan bantuan mendesak yang dilaporkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya pembuatan dan penggunaan petasan secara sembarangan, terlebih dengan melibatkan bahan-bahan mudah terbakar dan aktivitas berisiko seperti merokok di sekitarnya. Aparat setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi terkait bahaya petasan, terutama menjelang momen-momen tertentu di mana penggunaan petasan cenderung meningkat.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak memproduksi petasan secara mandiri tanpa standar keamanan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(RED)P.NASUKAN)


