
Sejumlah massa yang tergabung dalam Laskar Jonggolo bersama perwakilan dari PT Group Globalindo Jaya Indonesia menggelar aksi penyampaian aspirasi di halaman kantor DPRD setempat. Dalam aksi tersebut, mereka menempatkan puluhan karangan bunga yang berisi ucapan duka cita sebagai bentuk kritik terhadap kinerja lembaga legislatif yang dinilai belum optimal dalam menjalankan perannya sebagai wakil rakyat.
Karangan bunga yang dipasang berjajar di sekitar area kantor dewan itu memuat berbagai tulisan bernada kritik. Beberapa pesan yang tertulis menyinggung kinerja lembaga legislatif yang dianggap belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah maupun dalam menampung aspirasi masyarakat.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar lokasi. Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak untuk melihat dan membaca tulisan yang terdapat pada karangan bunga yang dipasang di depan gedung DPRD.
Perwakilan dari Laskar Jonggolo yang bertindak sebagai koordinator aksi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Ia menjelaskan bahwa penggunaan karangan bunga dengan ucapan duka cita dipilih sebagai simbol keprihatinan terhadap kondisi yang mereka anggap sedang terjadi dalam fungsi lembaga legislatif.
Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar agar DPRD dapat menjalankan perannya secara maksimal, terutama dalam tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni fungsi legislasi, fungsi penganggaran, serta fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Namun dalam pandangan mereka, peran tersebut dinilai belum terlihat kuat dalam mengawal berbagai kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, melalui aksi simbolik tersebut mereka ingin menyampaikan pesan moral kepada para wakil rakyat agar lebih serius dalam menjalankan tugasnya.
“Kami menyampaikan aspirasi ini dengan cara damai. Karangan bunga yang kami bawa adalah simbol keprihatinan terhadap kondisi fungsi legislatif yang menurut kami belum berjalan sebagaimana yang diharapkan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan peserta aksi saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Selain menempatkan karangan bunga, beberapa peserta aksi juga menyampaikan orasi yang berisi kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari lembaga legislatif. Mereka berharap DPRD dapat lebih responsif terhadap berbagai aspirasi masyarakat yang berkembang di daerah.
Massa aksi menilai bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, pihak DPRD memberikan tanggapan dengan menyatakan bahwa kritik yang disampaikan oleh masyarakat merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihargai. Perwakilan DPRD menegaskan bahwa lembaga legislatif tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
Menurutnya, DPRD selama ini tetap menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk dalam hal pembahasan peraturan daerah, pengawasan terhadap penggunaan anggaran, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

“Kami menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Kritik tersebut tentu menjadi masukan yang penting bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kinerja lembaga,” ujar perwakilan DPRD tersebut.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik menilai bahwa aksi dengan menggunakan simbol-simbol seperti karangan bunga merupakan salah satu bentuk ekspresi kritik sosial yang cukup sering digunakan oleh masyarakat. Cara ini dinilai mampu menyampaikan pesan secara jelas sekaligus menarik perhatian publik tanpa menimbulkan ketegangan yang berlebihan.
Menurutnya, hal yang lebih penting dari aksi tersebut adalah bagaimana kritik yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui dialog yang konstruktif antara masyarakat dan lembaga legislatif.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi guna memastikan jalannya aksi tetap aman dan tertib. Situasi di sekitar kantor DPRD terpantau kondusif hingga kegiatan tersebut berakhir.
Setelah menyampaikan aspirasi serta memasang karangan bunga sebagai simbol kritik, massa dari Laskar Jonggolo dan PT Group Globalindo Jaya Indonesia kemudian meninggalkan lokasi secara tertib.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk pengingat bahwa masyarakat terus memperhatikan dan menilai kinerja para wakil rakyat di lembaga legislatif. Banyak pihak berharap kritik yang muncul dapat menjadi momentum bagi peningkatan kinerja DPRD dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perwakilan masyarakat.
(RED)TIM)






