
ACEH UTARA – Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, masih diwarnai jejak bencana banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, memaksa sebagian keluarga bertahan di hunian sementara sambil menunggu proses perbaikan dan rehabilitasi rampung.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo mengirimkan bantuan ratusan paket buka puasa siap santap bagi warga terdampak di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (1/3/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial bertema “Ramadhan Tangguh” yang difokuskan pada dukungan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana selama bulan suci.
Menjelang waktu berbuka, kendaraan pembawa logistik tiba di area pengungsian yang berada tidak jauh dari permukiman terdampak. Relawan BAZNAS bersama relawan lokal segera menata paket makanan sebelum dibagikan secara bertahap kepada warga.

Paket yang dibagikan berisi makanan berat, takjil, air mineral, serta perlengkapan sederhana untuk berbuka. Pembagian dilakukan dengan sistem antrean untuk memastikan seluruh keluarga yang terdata menerima bantuan. Aparat desa dan tokoh masyarakat setempat turut mendampingi proses distribusi agar berjalan tertib dan merata.
Perwakilan tim BAZNAS Sidoarjo menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sidoarjo. Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk program kemanusiaan, terutama di wilayah yang terdampak bencana alam.
Kami berupaya memastikan amanah para muzaki tersalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga saat menjalankan ibadah puasa di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.
Sementara itu, perangkat desa Gunci menyampaikan apresiasi atas kepedulian lintas daerah tersebut. Menurutnya, selain dukungan logistik, perhatian dari luar Aceh memberi suntikan moral bagi warga yang masih beradaptasi dengan kondisi pascabencana.
Banjir bandang yang melanda wilayah Sawang sebelumnya menyebabkan sejumlah infrastruktur desa rusak, termasuk akses jalan dan fasilitas umum. Sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing, namun ada pula yang masih menunggu proses perbaikan karena kondisi bangunan belum layak huni.

Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga sosial disebut tengah melakukan pendataan lanjutan untuk menentukan skala prioritas rehabilitasi. Kebutuhan yang masih mendesak meliputi perbaikan rumah, sanitasi, serta dukungan ekonomi bagi keluarga yang mata pencahariannya terganggu.
Program “Ramadhan Tangguh” disebut tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan relawan lokal agar penyaluran bantuan lebih efektif. Pelibatan masyarakat setempat dinilai penting untuk memastikan data penerima akurat serta menghindari tumpang tindih distribusi.
BAZNAS Sidoarjo menyatakan komitmennya untuk terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat. Lembaga tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan bantuan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan, Ramadhan menjadi pengingat kuatnya solidaritas sosial. Bantuan paket berbuka yang tiba di Gampong Gunci bukan sekadar dukungan konsumsi harian, tetapi juga wujud empati dan kebersamaan antarwilayah dalam menghadapi dampak bencana.






