banner 728x250
Daerah  

Desa Kepatihan Sidoarjo Rayakan Haul KH. Abdulloh dan Nyai Dewi Siti Aminah: Tradisi Penuh Doa dan Kenangan

Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo dipenuhi suasana haru dan religius pada penyelenggaraan haul KH. Abdulloh (Mbah Tambak) dan Bu Nyai Dewi Siti Aminah binti KH. Abu Mansyur (Sono). Acara ini menjadi momen bagi warga untuk mengenang jasa para tokoh yang telah menanamkan nilai keimanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di desa.

Sejak pagi, warga berbondong-bondong mendatangi makam kedua tokoh panutan tersebut. Prosesi diawali dengan doa bersama dan tabur bunga di makam, diiringi lantunan zikir yang menyejukkan suasana. Banyak warga yang tak kuasa menahan haru, mengenang perjuangan Mbah Tambak dan Bu Nyai Dewi Siti Aminah dalam membimbing kehidupan spiritual masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kepatihan Rigor Putratama, Sekretaris Desa Novianto, Ketua LPMD H. Atmuari, para pengurus makam, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran pemimpin desa bersama warga menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga warisan spiritual dan memperkuat silaturahmi antargenerasi.

Acara dilanjutkan dengan pengajian di Masjid Baitussalam, masjid yang didirikan oleh KH. Abdulloh, setelah salat Isya. Jamaah dari berbagai usia memenuhi masjid, dari anak-anak hingga orang tua, mengikuti pengajian dengan penuh khusyuk. Ucapan doa dan tausiyah yang disampaikan mengingatkan warga akan pentingnya meneladani akhlak para ulama dan menerapkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Rigor Putratama menekankan bahwa haul bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud penghormatan masyarakat kepada jasa para pendiri desa. Ia berharap nilai-nilai keikhlasan, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan tetap hidup dan dijaga oleh generasi muda.

Sementara itu, H. Atmuari menambahkan bahwa kegiatan haul menjadi momen mempererat tali persaudaraan antarwarga. “Melalui acara ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga persatuan, menumbuhkan keimanan, dan meneladani perilaku mulia para sesepuh,” ujar Atmuari.

Acara haul Desa Kepatihan ini menegaskan kembali bahwa semangat religius dan nilai-nilai luhur yang diwariskan KH. Abdulloh dan Bu Nyai Dewi Siti Aminah tetap menjadi pegangan warga. Tidak hanya sebagai peringatan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kehidupan spiritual yang harmonis di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *